Wednesday, 9 December 2015

Cerpen " Dimana Pelabuhan Terakhirku " Karya: Lela Tri Wahyuningtias


    LELA TRI WAHYUNINGTIAS   

DIMANA PELABUHAN TERAKHIRKU

Namaku Amanda, ujarnya saat perkenalan setahun silam di sebuah taman dekat dengan kompleks perumahan. Matanya nampak bersinar menggambarkan keceriaan di pagi hari yang indah dan sejuk itu. Perkenalannya kala itu nampak asik membawa suasana gembira karena dirinya telah mengenal sesosok lelaki berperawakan tinggi, bertubuh kekar, berparas tampan, dan berkulit terang.
Seakan melupakan semua penat tentang masalah kantor yang telah ada dipikaran, Amanda terlihat asik bercanda gurau dengan Tio, lelaki yang baru saja dikenalnya. Perkenalan itu nampaknya sangat berkesan bagi keduanya. Hingga beberapa bulan kemudian, perkenalan mereka berlanjut pada hubungan pertemanan yang sangat baik, maklum karena Amanda dan Tio adalah  seorang aktivis yang bekerja di bidang yang sama.
Sejak perkenalan itu, banyak hal baru yang mulai diketahui oleh Amanda. Amanda sosok wanita yang pekerja keras, ramah, dan berparas cantik itu rupanya telah memikat hati Tio. Tio menilai bahwa Amanda seorang gadis yang dikenalinya setahun silam itu, adalah seorang gadis yang sudah lama telah ia idamkan dalam hidupnya. Hari demi hari mereka lalui bersama. Selepas pulang kerja, mereka mencoba membuat janji untuk sekadar berjumpa dan makan bersama, karena memang mereka bekerja di kantor yang berbeda. Tiba di hari valentine yang jatuh pada bulan Febuari, dan kebanyakan orang menilai hari itu adalah hari kasih sayang, Tio memberanikan diri mengajak Amanda untuk makan berdua di sebuah rumah makan dengan suasana yang sangat romantis. Dengan wajah yang merah merona dan tersipu malu, Amanda menerima sambutan dari Tio yang mempersilahkannya duduk di kursi yang telah Tio sediakan, dan memperlakukannya bagaikan seorang putri.
Malam itu sepertinya bulan ingin tersenyum lebar menemani sepasang anak manusia yang telah asik bercakap-cakap. Tiba disaat yang telah direncanakan oleh Tio, Tio memberikan sebuah kejutan pada  Amanda dengan cara memberikan sekuntum bunga mawar untuk Amanda, sambil mengungkapkan isi hatinya.
“ Telah lama aku pendam perasaan ini, dan telah lama aku kumpulkan keberanianku untuk mengungkapkan isi hatiku yang sesungguhnya. Sejak perkenalan setahun silam, rasanya hidupku sangat berkesan dengan adanya kehadiranmu menjadi temanku. Namun rasanya hati ini tak cukup puas hanya untuk menjadi teman bercerita denganmu. Aku ingin kau menjadi teman hidup dalam hatiku yang mengisi hari-hariku.” Ucapan manis Tio dengan suara yang meyakinkan.
“Sungguh tak ku sangka kau berikan kejutan yang sangat indah  di hari  spesial ini. Aku senang telah mengenalmu, karena kau mengajarkan begitu banyak hal yang semula belum pernah aku  ketahui. Begitu banyak cerita yang telah kita ukir bersama dalam indahnya pertemanan. Dan aku pun sadar, aku tak dapat memungkiri perasaan yang tersembunyi ini, di lubuk hati yang paling dalam bahwa aku pun juga mengagumimu.” Sambung Amanda dengan suara halus dan sedikit malu.”
“ Jadi, kau juga merasakan hal yang sama seperti yang kurasakan sekarang?” sambung Tio dengan suara yang menggambarkan rasa penasaran.
“Iya begitulah, aku pun juga merasakan hal yang sama seperti yang telah kau rasakan.”
“Apakah itu artinya kau menerima tawaranku untuk mau menjadi pendamping hidupku?”
“Sulit ku katakan rasa ini, namun aku tak dapat memungkiri perasaanku bahwa aku mau menerima tawaranmu, untuk menjadi pendamping hidupmu. Tetapi alangkah baiknya jika kita tidak tergesa-gesa untuk melangkah ke pelaminan, karena aku ingin kita mengenal lebih dalam lagi sebelum benar-benar kita siap menuju pelabuhan terakhir kita.”
“ Baiklah, aku setuju dengan pendapatmu, di malam ini aku ingin menjadikan momen yang paling spesial dalam hidupmu, dan aku ingin kau terima cincin ini sebagai tanda aku telah melamarmu.” Sambil melingkarkan cincin emas di jari manis Amanda.
Malam itu pun terukir kisah indah antara Tio dan Amanda. Akhirnya mereka resmi menjadi sepasang kekasih yang terlihat sangat serasi. Percintaan diantara keduanya semakin hari semakin mesra saja, maklum karena Amanda dinilai juga sebagai seorang gadis yang agak manja dan Tio seorang lelaki yang sabar melayani sang kekasih. Enam bulan sudah percintaan mereka berlangsung. Suasana kemesraan diantara keduanya selalu terasa saat mereka bersama-sama. Seperti biasanya Tio dan Amanda selalu membuat janji untuk makan bersama selepasnya pulang dari kantor. Hari- hari Amanda terasa begitu indah karena telah ditemani oleh seorang lelaki yang sangat baik, perhatian, dan sangat sayang kepadanya. Setiap hari saat Amanda akan berangkat ke kantor, dengan senang hati Tio selalu menghampirinya untuk menghantarkan Amanda pergi ke kantor, tanpa Amanda memintanya. Tio dinilai lelaki yang sangat penyayang, sampai-sampai ia tak mau dan khawatir apabila membiarkan sang kekasih berangkat sendiri  dengan mengendarai mobil pribadinya. Amanda sangat beruntung memiliki kekasih hati seperti Tio, karena memang sudah lama Amanda haus akan kasih sayang.
Sejak berusia 8 tahun, Amanda sudah terbiasa hidup mandiri tanpa kasih sayang dan perhatian  dari orang tuanya, karena orang tua Amanda bekerja di salah satu perusahaan asing di luar negeri. Itu alasannya mengapa Amanda seringkali terlihat murung saat melihat teman-temannya dapat berkumpul dengan keluarga, sementara ia tidak pernah bisa berkumpul dengan orang tuanya. Orang tua Amanda memang sudah sangat lama meninggalkan Amanda, dan menitipkan Amanda kepada neneknya, karena dengan alasan untuk mencari penghasilan di luar negeri. Amanda selalu menaruh harapan agar ia bisa berkumpul bersama dengan kedua orang tuanya, sama seperti saat ia masih kecil dahulu. Amanda selau mencoba bersabar untuk menghadapi jalan hidupnya. Ia selalu berusaha berprasangka baik terhadap kedua orang tuanya yang telah lama meninggalkannya. Semasa kecil dahulu, Amanda adalah anak yang sangat dimanjakan oleh kedua orang tuannya. Permintaannya selalu dituruti, karena maklumlah Amanda adalah anak tunggal. Namun, karena terhimpit masalah ekonomi, dan orang tua Amanda memiliki banyak hutang, terpaksa orang tua Amanda meninggalkan Amanda kecil yang sekarang sudah beranjak dewasa.
Dengan kehadiran Tio dalam hidup Amanda, membuat hidup Amanda menjadi lebih berwarna dan bisa menghibur kesedihan Amanda selama ini. Kisah cinta mereka selalu dibayangkan dengan impian untuk bisa hidup bersama dalam sebuah keluarga yang bahagia.
Suatu hari kisah cinta mereka sedang diuji dengan adanya masalah yang sangat menguras hati dan pikiran mereka. Memang kedua pasangan ini benar-benar saling mencintai dan menyayangi, namun mereka tidak bisa menghindari takdir dan ujian yang menimpa mereka.
 Tiada di sangka orang tua Amanda pulang dari luar negeri. Semestinya kabar tersebut sangat menggembirakan hati Amanda, karena ia sangat rindu akan kedua orang tuanya. Semantara pada pagi itu Tio nampak terburu-buru ingin segera berangkat ke kantor dan menyelesaikan semua pekerjaan di kantornya agar dia bisa segera pulang dari tugas kantornya dan bisa mempersiapkan acara makan malam bersama dengan kekasih tercintanya Amanda. Perasaan yang tak enakpun tiba-tiba dirasakan oleh Tio. Tidak seperti biasanya Tio menaruh rasa khawatir yang luar biasa terhadap kekasihnya. Ternyata kenyataan berkata lain, justru kedatangan kedua orang tua Amanda membawa sebuah kejutan yang sangat mengherankan. Bagi Amanda di hari yang bertepatan dengan kedatangan kedua orang tuanya, seperti hari dimana ia harus mendapatkan tamparan yang sangat hebat tanpa ia sangka apa kesalahannya. Ternyata yang membuatnya terkejut dan seperti terkena tamparan yang sangat hebat adalah ketika ia melihat kenyataan bahwa orang tuanya membawakan calon suami untuknya. Amanda tidak tau apa yang sebenarnya terjadi, mengapa orang tuanya membawakan calon suami untuknya selepas kepulangan dari luar negeri, dan tanpa sepengetahuannya. Padahal Amanda sudah memiliki kekasih hati yang sangat ia cintai, dan ia selalu menaruh harapan indah bersama kekasihnya untuk dapat hidup bersama sampai ajal memisahkan. Namun kejutan itu rasanya tidak adil bagi Amanda, mengapa orang tua Amanda tidak memikirkan perasaannya. Hatinya sangat terpukul mendengar penjelasan dari orang tuannya, tentang mengapa ia dibawakan calon suami selepas orang tuanya bertahun-tahun meninggalkannya.
“Ayah, ibu, aku senang sekali karena kalian telah datang kembali di hidupku, karena selama ini kau meninggalkanku sendiri. Aku sangat merindukan kalian, aku selalu mengharapkan kedatangan kalian. Mengapa kalian tega membiarkan aku hidup sendiri dalam waktu belasan tahun, tanpa adanya kasih sayang dan perhatian yang kalian berikan kepada anakmu ini? Apakah kalian pernah sedikit saja mau mengerti kabar anakmu ini? Apakah sedikit saja kalian pernah mengerti bagaimana perasaanku? Selama ini aku selalu berprasangka baik atas sepeninggalan kalian untuk mencari nafkah diluar negeri. Padahal Amanda kecil dahulu selalu sedih dan rindu akan kasih sayang dari kalian, tetapi di saat aku sudah beranjak dewasa, dan aku yang telah membangun hidupku sendiri, tiba-tiba kalian datang dan merusak  impianku selama ini. Aku selalu memimpikan untuk dapat hidup bahagia, namun sepertinya kebahagiaan dan keadilan tidak pernah berpihak kepadaku. Mengapa tiba-tiba kalian datang dengan seenaknya membawakan aku calon suami, tanpa kalian mau mengerti bagaimana perasaanku?” keluhan dan tangisan Amanda saat bertemu dengan orang tuanya.
“Amanda anakku sayang, maafkanlah ayah dan ibumu yang selama ini meninggalkanmu nak. Ayah dan ibu sangat menyayangimu. Namun dahulu ayah dan ibu tak memiliki pilihan lain selain meninggalkanmu untuk bekerja mencari nafkah di luar negeri dan memang karena keluarga kita dahulu sangat terhimpit masalah ekonomi. Ayah dahulu memiliki banyak hutang kepada salah seorang rentenir. Rumah kita yang dahulu sudah disita oleh rentenir itu, Kita tidak punya apa-apa lagi. Sempat rentenir itu meminta ayah dan ibu agar memberikanmu kepadanya, untuk dijadikan calon istri di waktu kau besar. Namun ayah dan ibu menolak karena ayah dan ibu sangat sayang kepadamu, ayah dan ibu berusaha sekuat tenaga untuk mencari nafkah dan untuk membayar hutang agar kau tidak dirampas olehnya. Kemudian dengan berat hati, terpaksa ayah dan ibu memutuskan meninggalkanmu untuk mencari nafkah di luar negeri dan menitipkanmu kepada nenek. Itu semua memang berat bagi kita. Maafkan lah bapak dan ibu nak. Namun selepas kesuksesan ayah dan ibu disana, rentenir itu kembali membantai ayah dan ibu. Uang ayah dirampas, dan yang lebih parahnya, dahulu ayah sengaja diserempet oleh rentenir itu, hingga kaki ayah harus di amputasi sebelah. Selepas itu kemudian ayah tidak dapat lagi bekerja, dengan keterbatasan yang ayah miliki. Lihatlah nak kaki ayahmu ini sekarang cacat.” Ujar ayah sambil memperlihatkan kakinya kepada anaknya.
“ Tapi mengapa kalian membawakan aku calon suami yang sama sekali tidak aku kenali dan tidak aku inginkan itu? Aku sudah memiliki kekasih hati sebagai calon pendamping hidupku atas pilihaanku sendiri. Ayah, ibu aku sangat berterimakasih atas perjuangan kalian untukku, namun izinkan aku menentukan pilihan hidupku sendiri karena memang aku sangat mencintai dan menyayangi kekasihku. Aku telah banyak menaruh harapan dan impian untuk dapat hidup bersama dengannya.”
“ Sekali lagi ayah dan ibu minta maaf nak, karena mungkin telah merusak harapanmu. Ayah dan ibu tak ada maksud lain selain ingin membuatmu bahagia. Calon suami yang ku bawa ini adalah calon suami yang sangat baik untukmu. Ia memiliki pribadi yang  baik, pekerja keras,  mapan, tampan, dan memiliki ketulusan yang sangat baik. Orang tuanya telah lama membantu ayah dan ibu dari keterpurukan selama ini. Orang tuanya lah yang selama ini menyarankan  ayah dan ibu untuk merantau mencari pekerjaan di luar negeri. Kini ayah dan ibu memutuskan untuk kembali bekerja di sini saja karena ayah sudah tidak bisa apa-apa lagi disana. Kini orang tuanya lah yang memberikan kembali bantuan kepada ayah untuk bekerja sebagai pengawas di salah satu rumah makan miliknya. Ayah dan ibu berharap kau mau menerima tawaran ayah dan ibu untuk di jodohkan dengan lelaki pilihan kami yang sangat baik itu, dan dari keluarga yang sangat baik. Ayah dan ibu sudah semakin tua dan kini saatnya ayah dan ibu untuk melihat kebahagianmu nak.” Sambung ayah dengan suara yang meyakinkan.
“Apakah karena merasa berhutang budi dengannya lalu ayah dan ibu tega mempertaruhkan perasaan dan kebahagiaan anakmu ini? Taukah kalian bahwa aku sangat mencintai kekasihku, dialah yang selalu menemaniku dan mengerti aku. Aku tak mampu untuk berpisah dengannya. Tolonglah ayah…ibu, mengertilah perasaan anakmu ini.’ Jawab Amanda untuk meyakinkan orang tuanya.
“Amanda sayang, sama sekali ayah dan ibu tak pernah berniat mempertaruhkan kebahagiaanmu, kebahagianmulah yang kami usahakan. Kamu adalah satu-satunya perhiasan kami. Hanya dengan cara inilah yang kami bisa wujudkan demi kebahagiaanmu dimasa mendatang.”
 Berulang kali Amanda sudah mencoba menolak apa yang menjadi keinginan orang tuanya itu, namun apa daya ia tak mampu berseteru dengan ayahnya yang sudah sangat tua dan sakit-sakitan itu.
Selepas pulang kerja, Tio yang sudah tak sabar untuk segera mengajaknya  makan bersama tiba menghampirinya. Namun Tio merasakan ada yang aneh dengan Amanda, karena tak biasanya sang kekasih menolak ajakan untuk makan bersama. Amanda memang menolak tawaran sang kekasih dengan berat hati karena ia tak sanggup menyampaikan kabar yang tidak mengenakkan bagi mereka dan Amanda juga tak sanggup untuk  menyembunyikan kabar yang tidak mengenakkan bagi mereka karena Amanda takut sang kekasih hati akan terluka karena mendengar berita buruk yang ia sampaikan. Akhirnya Tio pun memutuskan untuk pulang kerumah dan mencoba mengerti apa keinginan sang kekasih.
Tiba di suatu hari Tio menaruh curiga yang sangat besar terhadap sang kekasih karena, belakangan ini ia sering tak mau untuk diajak keluar bersama, dan pada saat yang tak disangka ketika Tio menyusul ke rumah Amanda, ia bertemu dengan orang tua Amanda dan menceritakan kepada Tio kalau Amanda sudah di jodohkan dengan calon suami pilihan orang tuanya. Hati Tio seakan hancur berkeping-keping, mendengar kenyataan bahwa sang kekasih yang sangat ia cintai tidak akan menjadi pendamping hidupnya seperti keinginannya. Saat Amanda mengetahui kalau Tio datang kerumahnya, seketika Amanda tak mampu menahan tangis. Tio sangat ingin mendengar penjelasan langsung dari mulut Amanda, namun Amanda terus menangis dan tanpa berkata-kata. Wajar saja kalau Amanda tak mampu untuk menceritakan yang sesungguhnya kepada Tio karena ia sangat mencintai Tio dan ia tak sanggup melihat sang kekasih sedih. Orang tua Amanda meminta Tio untuk segera pulang dan membriarkan Amanda menenangkan dirinya sendiri.
Pagi itu Amanda pun berangkat ke kantor, namun tidak seperti biasanya karena dia berangkat sendiri tanpa diantarkan oleh sang kekasih. Selama seminggu lamanya Amanda selalu menghindar dari Tio, namun tiba dihari itu Amanda tak dapat menghindar dari hadapan Tio. Amanda kemudian diajak Tio untuk membicarakan kejadian apa yang sebenarnya terjadi. Dengan berat hati, akhirnya Amanda berterus terang kepada sang kekasih. Tio pun juga merasa tidak terima dengan keputusan orang tua Amanda karena Tio sangat mencintai Amanda, dan ia pun sudah berjanji ingin membahagiakan hidup Amanda. Setelah cukup tahu dengan penjelasan yang sebenarnya terjadi, Tio pun segera mengantarkan sang kekasih pulang karena Amanda nampak pucat dan lemas sekali, karena selama Amanda mendengar keputusan yang tidak mengadilkan baginya Amanda tidak pernah mau makan dan selalu mengurung diri dikamar. Cinta bagi Amanda adalah sebuah misteri yang sangat aneh, karena ia merasa keadilan cintanya tidak bisa diduga dan tidak berpihak kepada pilihan hatinya.
Tio sangat penasaran dengan  calon suami pilihan orang tua Amanda. Ia berniat ingin mencari tahu siapa lelaki itu sebenarnya. Ia akan melakukan apa saja yang terbaik untuk sang kekasih tercinta walaupun ia harus merelakan sang kekasih tercinta dengan orang lain karena itu demi kebahagiian Amanda. Namun Tio akan merasa sangat tidak terima apabila orang yang akan bersanding dengan Amanda dan menggantikan posisinya adalah orang yang tidak baik. Tio sangat tidak tega melihat kondisi kekasinya yang semakin hari semakin memburuk.
Amanda pun akhirnya masuk Rumah Sakit. Setelah diperiksa secara intensif, dokter memutuskan kalau ternyata Amanda mengidap penyakit kanker paru-paru, dan sudah sampai setadium lanjut. Selama ini Amanda selalu menyembunyikan apa yang sebenarnya dirasakan. Keluhan yang dirasakan Amanda selalu disembunyikan dari sang kekasih karena ia tak mau sang kekasih khawatir. Dokter memperkirakan kalau hidup Amanda sudah tidak lama lagi. Mendengar sang buah hati mengidap penyakit yang sangat memprihatinkan, kedua orang tua Amanda pun merasa bersalah dengan Amanda karena memaksakan Amanda untuk menuruti semua keputusan mereka. Hati Tio semakin hancur karena sang kekasih mengalami penderitaan yang sangat berat. Setelah Amanda tersadarkan diri dari pingsannya selama 2 dua hari, Amanda langsung mencari Tio karena hanya Tio lah yang ia inginkan untuk selalu ada disampingnya.  Selepas pulang dari kantor, Tio selalu berusaha menjenguk sang kekasih tercinta di rumah sakit untuk dapat menghibur dan memberikan semangat kepada Amanda. Melihat ketulusan dari Tio untuk mencintai anaknya dan melihat begitu besarnya cinta anaknya kepada sang kekasih, akhirnya hati kedua orang tua Amanda pun akhirnya luluh. Kedua orang tua Amanda akhirnya memutuskan untuk membatalkan perjodohan yang dahulu sudah direncanakan. Takut kalau keadaan Amanda semakin parah, akhirnya hubungan Amanda dan Tio mendapat restu dari kedua orang tuanya. Ketulusan cinta Tio lah yang akhirnya dapat meluluhkan hati kedua orang tua Amanda.
Mungkin sedikit memilukan kisah cinta yang dialami Amanda dan Tio, karena cobaan yang menimpa pada hubungan mereka begitu berat. Amanda hampir saja berpikiran untuk bunuh diri. Ia sudah tidak tahu apa yang ia lakukan, dan ditambah penyakit yang makin lama makin menggerogoti tubuhnya, sehingga membuat semangat hidupnya menjadi berkurang. Ia merasa tak ada lagi kebahagiaan yang berpihak kepadanya. Baginya sumber kebahagiaan dan semangat hidup hanyalah dari Tio, seorang lelaki yang selama ini selalu setia mendampinginya. Namun karena Amanda mengingat janji ketulusan dari Tio yang ingin berusaha membahagiakannya, akhirnya Amanda mengurungkan niat buruknya. Semua ini ia lakukan semata-mata karena ia sangat menyayangi kekasihnya dan kedua orang tuanya lebih dari apapun.
Itulah cinta. Sesulit apapun cobaan yang menghadang tetap harus diperjuangkan. Sebesar apapun godaan yang menghampiri harus tetap dipertahankan. Karena cinta sejati tidak tumbuh atas perlakuan kesederhanaan cinta. Namun cinta sejati tumbuh pada keistimewaan usaha untuk mempertaruhkan apa arti cinta yang sebenarnya.

No comments:

Post a Comment