Wednesday, 9 December 2015

Cerpen " Arti Sahabat " Karya: Nur Afifatul M


Nur Afifatul M

Arti Sahabat
Mike, Angel, Ajeng dan Yuda bersahabat sejak mereka masih kecil hingga sekarang. Kini mereka telah berkuliah semester 4. Usia Mike dan Yuda 20 tahun sementara Angel dan Ajeng 19tahun. Ajeng memiliki penyakit yaitu penyakit jantung yang lemah, yang kapan saja selalu kambuh. Dan pagi ini, seperti biasa mereka pergi ke kampus bersama-sama. Mike dan Yuda membawa motor, menjemput Angel dan Ajeng. Rumah mereka berempat tidak jauh tapi hanya bersebelahan saja.

“Eh Yud, hari ini gue bonceng Angel ya?” tanya Mike
“Enak aja, kemarin kan loe sekarang gantian gue donk” jawab Yuda
“Ehm ya udah deh”

Mereka selalu saja berebutan bonceng dengan Angel. Ya, mereka berdua sebenarnya menyukai Angel. Hingga suatu sore, Ajeng dan Angel pergi ke taman.

"Ngel, gue mau curhat" tanya Ajeng
"Curhat apa Jeng? Jadi penasaran" 
"Tapi loe jangan marah ya"
"Kenapa gue harus marah?" 
"Ini tentang persahabatan kita Ngel" 
"Persahabatan kita, memangnya kenapa?" 
"Gue suka sama Mike, tapi entah kenapa rasa suka gue melebihi rasa persahabatan"
"Terus,apa masalahnya?"
"Gue takut kalau perasaan gue ini bakal merusak persahabatan kita"
"Hahaha..Ajeng Ajeng, ya enggaklah, gimana kalau gue bantu loe buat jadian sama Mike?" 
"loe serius Ngel?" 
Angel mengangguk dan mereka berpelukan

Ketika Mike dan Yuda lagi main PS

"Mike, loe naksir ya sama angel?" tanya Yuda
"Kalau iya kenapa? Loe juga kan?"
"Gue..ehm gue sayang banget sama Angel, Mike"
"Oke kalau gitu kita bersaing secara sehat, Yud"
"Oke aku setuju itu" 

Mereka berempat lagi duduk-duduk di kantin kampus. Mike membeli bakso untuk Angel, dan Yuda membeli orange juice untuk Angel. Mereka berlari-lari menuju Angel dan Ajeng.

"Ini bakso spesial buat loe Ngel" 
"Dan ini orange juice yang sangat sangat spesial buat loe Ngel" 

Angel hanya terdiam, Angel melirik Ajeng, wajah Ajeng terlihat sedih mungkin karena dia cemburu melihat Mike membelikan bakso untuk Angel.

"Ehm, maaf Mike, gue udah kenyang. Tadi gue udah makan, jadi bakso spesialnya buat Ajeng aja ya..nih Jeng" 
"Buat gue? boleh Mike?" tanya Ajeng kepada Mike
"Ya udah makan aja" jawab Mike
"Kalau juicenya Ngel?" tanya Yuda kepada Angel
"Juice nya buat gue dong, kebetulan lagi haus, makasih ya Yud"

Melihat kejadian yang kurang enak di kantin, membuat Mike jadi cemberut dan sepulang kuliah, Mike mengajak Angel pulang bareng. Mike dan Angel pun pergi ke cafe sepulangnya dari kuliah.

"Ngel, gue mau bilang sesuatu ke loe" tanya Mike sambil memegang tangan Angel
"Bi..bilang apa?" jawab Angel terbata-bata
"Gue suka sama loe, gue cinta sama loe Ngel" 

Perkataan Mike, membuat Angel begitu kaget dan sontak melepas genggaman tangan Mike.

"Apa? loe cinta sama gue? Gak mungkin Mike, gak mungkin"
"Kenapa gak mungkin Ngel?"

Ketika Angel berdiri dan membalikkan badannya ingin segera pergi dari cafe itu, ternyata ada Ajeng dihadapannya. Ajeng menangis sambil memegang dadanya, penyakit jantungnya kambuh dan ia jatuh pingsan di kafe tersebut. Seketika itu Angel dan Mike segera membawa Ajeng ke rumah sakit.Angel dan Mike menunggu Ajeng di luar UGD.

"Sudah jangan menangis, Ajeng pasti gak apa-apa kok" Mike berusaha untuk menenangkan Angel
"Ini semua gara-gara loe Mike, gara-gara loe bilang cinta ke gue!"
"Loh, kenapa?"
"Ajeng itu cinta sama loe, gue mohon Mike, belajar lah mencintai Ajeng, gue mohon"
"Loe pikir Ngel, melupakan loe dan belajar mencintai Ajeng itu gak semudah seperti membalikkan telapak tangan"
"Gue ngerti Mike, tapi gue mohon sama loe" 

Beberapa lama kemudian Ajeng sadar. Mike, Angel dan Yuda masuk ke dalam ruangan Ajeng.

"Gue mau pengkhianat ini keluar dari sini, gue gak mau liat dia!!!" ucap Ajeng sambil menujuk Angel

Angel pun hanya bisa menangis dan pergi berlari keluar.

"Maksud loe apa sih Jeng!" ucap Yuda dan langsung mengejar Angel 

Berhenti tepat di depan rumah sakit, Angel menghentikan langkahnya dan memeluk Yuda.

Ajeng menatap Mike dengan berkaca-kaca.

"Ajeng, loe itu salah paham. Maksud gue tadi, gue itu juga suka sama loe, tadi Angel bilang ke gue kalau loe suka sama gue, nah gue belajar nembak loe dengan percobaan Angel jadi loe"
"Apa? Jadi Angel nggak salah? Angel nggak berkhianat?" Mike menggelengkan kepala dan memeluk Ajeng

"Maafin gue Jeng, gue bohong tapi semuanya demi persahabatan kita, dan gue juga nggak mau lihat Angel terus bersedih dan jadi benci sama gue" batin Mike dalam hati

Yuda dan Angel berpelukan, Angel terus menangis dipelukan Yuda.

"Apa yang sebenarnya terjadi Ngel?" tanya Yuda
"Ajeng cinta sama Mike, tapi saat gue mau bilang ke Mike kalau Ajeng cinta sama dia, Mike malah ngungkapin cintanya ke gue, dan saat itu pula Ajeng dengar dan jantungnya langsungkambuh, ini semua salah gue Yud!"
"Ini semua bukan salah loe, Ngel. Udah ya jangan nangis, semuanya akan baik-baik aja kok”
"Makasih, Yud. Loe udah buat gue tenang"
"Gue yang harusnya terima kasih ke loe, karena loe lah yang ngajarin gue tentang cinta" 
"Maksud loe??"
"Gue cinta sama loe, tapi gue juga tahu kalau persahabatan itu sangat berharga buat loe, jadi loe gak perlu jawab apa-apa"

Beberapa hari kemudian, Ajeng pun telah keluar dari rumah sakit. Ajeng menghampiri Angel yang sedang duduk di teras rumahnya sambil memainkan ipadnya.

"Ngel" sapa Ajeng
"Ajeng, loe udah sembuh? Syukurlah, maafin gue ya" jawab Angel
"Loe nggak salah, Mike udah cerita semuanya kok"
"Mike?? dia bilang apa?"
"Ya semuanya lah Ngel, dan sekarang gue udah pacaran sama Mike"
"Pacaran?"
"Iya Ngel, gue seneng banget"
"Selamat ya Jeng" 
Lalu mereka berdua berpelukan, Yuda dan Mike datang.

"Terima kasih Mike, terima kasih loe bener-bener berhati mulia. Gue seneng sekarang persahabatan kita kaya dulu lagi" batin Angel dalam hati

Suasana seakan damai, tetapi tidak buat Mike. Dia memang sedang belajar untuk mencintai Ajeng tapi tetap saja dia masih menyukai Angel. Cemburu pun menyelimuti hatinya.Sedangkan Angel dan Yuda semakin dekat dari sebelumnya, Angelpun akhirnya jatuh cinta kepada Yuda dan mereka pun pacaran.Hal itu sungguh menyakitkan buat Mike.

Di suatu sore Mike mengajak Angel ke taman 

"Loe jadian sama Yuda, Ngel?"
"Iya, memangnya kenapa Mike?"
"Apa loe beneran suka sama Yuda?"
"Ya iyalah"
"Kalau sama gue Ngel?"
"Suka juga, tapi hanya sebagai sahabat. Jujur dulu juga sempet naksir loe, tapi gue pikir loe itu pantesnya sama Ajeng"
"Ajeng Ajeng dan Ajeng, gue pacaran sama dia itu demi loe, demi persahabatan kita tapi loe malah jadian sama Yuda, loe egois Ngel!!!" 

Seketika itu ternyata Ajeng dan Yuda melihat dan mendengar percakapan mereka itu di taman. Ajeng hanya terdiam dan menangis, sementara Yuda hanya bisa merangkul untuk menenangkannya.

“Itukan hak gue Mike, gue cinta sama Yuda dan loe gak berhak ngatur-ngatur hidup gue!" jawab Angel
"Tapi gue cinta sama loe Ngel, gue cinta sama loe!" ucap Mike sambil memegang pundak Angel
"Inget Mike, loe itu udah milik Ajeng!"
"Ajeng memang milik gue tapi dia gak memiliki hati gue, hati gue cuma milik loe Ngel!" 

Ajeng mulai geram mendengar semua itu.

"Stop, cukup cukup! Aku udah dengar percakapan kalian dari tadi!" 

Angel dan Mike menoleh, Ajeng menangis menatap Mike dengan berkaca-kaca.

"Kamu jahat Mike, kamu jahat! Dan loe Ngel, gue benci sama loe!" 

Ajeng berlari sekencang-kencangnya. Angel, Yuda dan Mike mengejar, tapi ketika Angel menyeberang untuk mengejar Ajeng, Angel tertabrak mobil. Ajeng menghentikan langkahnya dan menoleh.

"Angel..." teriak Ajeng

Yuda dan Mike berlari menghampiri Angel begitu pula dengan Ajeng.

"Yuda, Mike, Ajeng" ucap Angel lirih dan tersenyum seketika memejamkan mata 

Dan saat itu pula jantung Ajeng kambuh lagi,Angel dan Ajeng pun dilarikan ke rumah sakit. Ajeng dan Angel koma, ini membuat Mike dan Yuda begitu sedih. Bagaimana tidak, kedua sahabatnya kini koma dan itu semua karena cinta.Mike benar-benar merasa bersalah, tidak seharusnya dia memarahi Angel yang berpacaran dengan Yuda.
Beberapa hari kemudian, Angel tersadar. Angel merekam di tiga buah recorder, yang masing-masing untuk Ajeng, Mike dan Yuda.Angel juga meminta kepada dokter setelah dirinya meninggal untuk melaksanakan operasi transpalasi jantungnya untuk Ajeng sahabatnya, dan saat Angel bicara itu, di situ ada dokter dan kedua orang tua Angel. Dan setelah itu, Angel menghembuskan nafas terakhirnya.
Yuda dan Mike benar-benar terpukul, dihari penguburan Angel, dihari itu pula Ajeng di operasi.Beberapa hari kemudian Ajeng mulai pulih, orang tua Angel meminta Ajeng, Yuda dan Mike untuk berkumpul di rumah Angel.

"Ini ada tigarecorder untuk kalian dari Angel. Ini untuk Yuda, ini untuk Mike dan ini untuk Ajeng, silahkan kalian dengarkan tante ke belakang sebentar" ucap mamah Angel

Seketika suasana menjadi sangat hening, mereka bertiga terdiam menatap recorder di tangan mereka.

"Jeng, Mike, punya gue dulu ya" ucap Yuda 

Ajeng dan Mike mengangguk.Yuda mulai menekan tombol play, suara angel pun terdengar.

"Halo Yuda, bagaimana kabarmu hari ini sayang? Semoga baik-baik saja. Yuda terima kasih selama hidupku, kamu telah mengajarkanku arti sahabat dan juga cinta, maafkan aku ya karena aku lebih dulu pergi padahal kita baru saja memulai hubungan cinta tapi aku harap kamu tetap mengenang cinta kita ya, walau sekarang aku tlah tiada, sampai jumpa"

Yuda sangat terpukul mendengar rekaman itu dan menyandarkan kepalanya di sofa.

"Maafin gue ya Yud" ucap Mike
"Sudahlah sekarang giliran rekaman punya loe" jawab Yuda

Mike langsung menekan tombol play.

"Halo Mike, gimana kabar loe? Tentu baikkan? Mike maafkan gue ya, karena gue persahabatan kita terancam. Oh ya makasih ya, udah ngajarin gue arti persahabatan dan juga pengorbanan. Gue beruntung, bisa dicintai sama loe tapi gue harap loe bisa memulai melupakan gue. Belajarlah mencintai Ajeng, jaga Ajeng dan juga persahabatan kita" 

Mike merangkul ajeng.

"Kita mulai lagi dari nol ya" ucap Mike
Ajeng mengangguk sambil tersenyum
"Ya sudah sekarang giliran punya kamu" ucap Mike kepada Ajeng

Ajeng memulai menekan tombol play.

"Halo Ajeng. Bagaimana kabar loe? Baikkan Jeng? Maafin gue ya, selama ini gue gak bisa jadi sahabat yang baik buat loe. Untuk menebus semua itu, gue berikan jantung gue buat loe. Jaga jantung gue ya Jeng, gue pergi dul. Sampai ketemu lagi" 

Ajeng pun hanya bisa menangis dipelukan Mike dan Yuda hanya menyandarkan kepalanya di sofa dan memejamkan matanya.
Sesedih apapun mereka kini tetap saja tidak membuat Angel untuk kembali ke sisi mereka. Angel telah tiada, kini hanya ada jantungnya di tubuh Ajeng dan tiga buah recorder peninggalannya serta sejuta kenangannya selama ini.


No comments:

Post a Comment