Nur Afifatul M
Arti Sahabat
Mike, Angel, Ajeng dan Yuda
bersahabat sejak mereka masih kecil hingga sekarang. Kini mereka telah
berkuliah semester 4. Usia Mike dan Yuda 20 tahun sementara Angel dan Ajeng 19tahun.
Ajeng memiliki penyakit yaitu penyakit jantung yang lemah, yang kapan saja
selalu kambuh. Dan pagi ini, seperti biasa mereka pergi ke kampus bersama-sama.
Mike dan Yuda membawa motor, menjemput Angel dan Ajeng. Rumah mereka berempat
tidak jauh tapi hanya bersebelahan saja.
“Eh Yud, hari ini gue bonceng
Angel ya?” tanya Mike
“Enak aja, kemarin kan loe
sekarang gantian gue donk” jawab Yuda
“Ehm ya udah deh”
Mereka selalu saja berebutan
bonceng dengan Angel. Ya, mereka berdua sebenarnya menyukai Angel. Hingga suatu
sore, Ajeng dan Angel pergi ke taman.
"Ngel, gue mau
curhat" tanya Ajeng
"Curhat apa Jeng? Jadi penasaran"
"Tapi loe jangan marah
ya"
"Kenapa gue harus
marah?"
"Ini tentang persahabatan
kita Ngel"
"Persahabatan kita,
memangnya kenapa?"
"Gue suka sama Mike, tapi
entah kenapa rasa suka gue melebihi rasa persahabatan"
"Terus,apa masalahnya?"
"Gue takut kalau perasaan
gue ini bakal merusak persahabatan kita"
"Hahaha..Ajeng Ajeng, ya
enggaklah, gimana kalau gue bantu loe buat jadian sama Mike?"
"loe serius Ngel?"
Angel mengangguk dan mereka
berpelukan
Ketika Mike dan Yuda lagi main
PS
"Mike, loe naksir ya sama
angel?" tanya Yuda
"Kalau iya kenapa? Loe
juga kan?"
"Gue..ehm gue sayang
banget sama Angel, Mike"
"Oke kalau gitu kita
bersaing secara sehat, Yud"
"Oke aku setuju itu"
Mereka berempat lagi
duduk-duduk di kantin kampus. Mike membeli bakso untuk Angel, dan Yuda membeli
orange juice untuk Angel. Mereka berlari-lari menuju Angel dan Ajeng.
"Ini bakso spesial buat
loe Ngel"
"Dan ini orange juice yang
sangat sangat spesial buat loe Ngel"
Angel hanya terdiam, Angel
melirik Ajeng, wajah Ajeng terlihat sedih mungkin karena dia cemburu melihat
Mike membelikan bakso untuk Angel.
"Ehm, maaf Mike, gue udah
kenyang. Tadi gue udah makan, jadi bakso spesialnya buat Ajeng aja ya..nih Jeng"
"Buat gue? boleh Mike?" tanya
Ajeng kepada Mike
"Ya udah makan
aja" jawab Mike
"Kalau juicenya Ngel?" tanya Yuda kepada Angel
"Juice nya buat gue dong,
kebetulan lagi haus, makasih ya Yud"
Melihat kejadian yang kurang
enak di kantin, membuat Mike jadi cemberut dan sepulang kuliah, Mike mengajak Angel
pulang bareng. Mike dan Angel pun pergi ke cafe sepulangnya dari kuliah.
"Ngel, gue mau bilang
sesuatu ke loe" tanya Mike sambil memegang tangan Angel
"Bi..bilang
apa?" jawab Angel terbata-bata
"Gue suka sama loe, gue
cinta sama loe Ngel"
Perkataan Mike, membuat Angel
begitu kaget dan sontak melepas genggaman tangan Mike.
"Apa? loe cinta sama gue?
Gak mungkin Mike, gak mungkin"
"Kenapa gak mungkin Ngel?"
Ketika Angel berdiri dan
membalikkan badannya ingin segera pergi dari cafe itu, ternyata ada Ajeng
dihadapannya. Ajeng menangis sambil memegang dadanya, penyakit
jantungnya kambuh dan ia jatuh pingsan di kafe tersebut. Seketika itu
Angel dan Mike segera membawa Ajeng ke rumah
sakit.Angel dan Mike menunggu Ajeng di luar UGD.
"Sudah jangan menangis, Ajeng
pasti gak apa-apa kok" Mike berusaha untuk menenangkan Angel
"Ini semua gara-gara loe
Mike, gara-gara loe bilang cinta ke gue!"
"Loh, kenapa?"
"Ajeng itu cinta sama
loe, gue mohon Mike, belajar lah mencintai Ajeng, gue mohon"
"Loe pikir Ngel,
melupakan loe dan belajar mencintai Ajeng itu gak semudah seperti membalikkan
telapak tangan"
"Gue ngerti Mike, tapi
gue mohon sama loe"
Beberapa lama kemudian Ajeng
sadar. Mike, Angel dan Yuda masuk ke dalam ruangan Ajeng.
"Gue mau pengkhianat ini
keluar dari sini, gue gak mau liat dia!!!" ucap Ajeng sambil menujuk Angel
Angel pun hanya
bisa menangis dan pergi berlari keluar.
"Maksud loe apa sih Jeng!"
ucap Yuda dan langsung mengejar Angel
Berhenti tepat di depan rumah
sakit, Angel menghentikan langkahnya dan memeluk Yuda.
Ajeng menatap Mike dengan
berkaca-kaca.
"Ajeng, loe itu salah
paham. Maksud gue tadi, gue itu juga suka sama loe, tadi Angel bilang ke gue
kalau loe suka sama gue, nah gue belajar nembak loe dengan percobaan Angel jadi
loe"
"Apa? Jadi Angel nggak
salah? Angel nggak berkhianat?" Mike menggelengkan kepala dan memeluk
Ajeng
"Maafin gue Jeng, gue
bohong tapi semuanya demi persahabatan kita, dan gue juga nggak mau lihat Angel
terus bersedih dan jadi benci sama gue" batin Mike dalam hati
Yuda dan Angel berpelukan, Angel
terus menangis dipelukan Yuda.
"Apa yang sebenarnya
terjadi Ngel?" tanya Yuda
"Ajeng cinta sama Mike,
tapi saat gue mau bilang ke Mike kalau Ajeng cinta sama dia, Mike malah ngungkapin
cintanya ke gue, dan saat itu pula Ajeng dengar dan jantungnya langsungkambuh,
ini semua salah gue Yud!"
"Ini semua bukan salah
loe, Ngel. Udah ya jangan nangis, semuanya akan baik-baik aja kok”
"Makasih, Yud. Loe udah
buat gue tenang"
"Gue yang harusnya terima
kasih ke loe, karena loe lah yang ngajarin gue tentang cinta"
"Maksud loe??"
"Gue cinta sama loe, tapi
gue juga tahu kalau persahabatan itu sangat berharga buat loe, jadi loe gak
perlu jawab apa-apa"
Beberapa hari kemudian, Ajeng
pun telah keluar dari rumah sakit. Ajeng menghampiri Angel yang sedang
duduk di teras rumahnya sambil memainkan ipadnya.
"Ngel" sapa Ajeng
"Ajeng, loe udah sembuh?
Syukurlah, maafin gue ya" jawab Angel
"Loe nggak salah, Mike
udah cerita semuanya kok"
"Mike?? dia bilang
apa?"
"Ya semuanya lah Ngel,
dan sekarang gue udah pacaran sama Mike"
"Pacaran?"
"Iya Ngel, gue seneng
banget"
"Selamat ya Jeng"
Lalu mereka berdua berpelukan,
Yuda dan Mike datang.
"Terima kasih Mike, terima
kasih loe bener-bener berhati mulia. Gue seneng sekarang persahabatan kita kaya
dulu lagi" batin Angel dalam hati
Suasana seakan damai, tetapi
tidak buat Mike. Dia memang sedang belajar untuk mencintai Ajeng tapi tetap
saja dia masih menyukai Angel. Cemburu pun menyelimuti hatinya.Sedangkan Angel
dan Yuda semakin dekat dari sebelumnya, Angelpun akhirnya jatuh cinta kepada
Yuda dan mereka pun pacaran.Hal itu sungguh menyakitkan buat Mike.
Di suatu sore Mike mengajak Angel
ke taman
"Loe jadian sama Yuda,
Ngel?"
"Iya, memangnya kenapa Mike?"
"Apa loe beneran suka sama
Yuda?"
"Ya iyalah"
"Kalau sama gue Ngel?"
"Suka juga, tapi hanya sebagai
sahabat. Jujur dulu juga sempet naksir loe, tapi gue pikir loe itu pantesnya
sama Ajeng"
"Ajeng Ajeng dan Ajeng,
gue pacaran sama dia itu demi loe, demi persahabatan kita tapi loe malah jadian
sama Yuda, loe egois Ngel!!!"
Seketika itu ternyata Ajeng
dan Yuda melihat dan mendengar percakapan mereka itu di taman. Ajeng hanya
terdiam dan menangis, sementara Yuda hanya bisa merangkul untuk menenangkannya.
“Itukan hak gue Mike, gue
cinta sama Yuda dan loe gak berhak ngatur-ngatur hidup gue!" jawab Angel
"Tapi gue cinta sama loe
Ngel, gue cinta sama loe!" ucap Mike sambil memegang pundak Angel
"Inget Mike, loe itu udah
milik Ajeng!"
"Ajeng memang milik gue
tapi dia gak memiliki hati gue, hati gue cuma milik loe Ngel!"
Ajeng mulai geram mendengar
semua itu.
"Stop, cukup cukup! Aku
udah dengar percakapan kalian dari tadi!"
Angel dan Mike menoleh, Ajeng
menangis menatap Mike dengan berkaca-kaca.
"Kamu jahat Mike, kamu jahat!
Dan loe Ngel, gue benci sama loe!"
Ajeng berlari
sekencang-kencangnya. Angel, Yuda dan Mike mengejar, tapi ketika Angel
menyeberang untuk mengejar Ajeng, Angel tertabrak mobil. Ajeng menghentikan langkahnya dan menoleh.
"Angel..." teriak
Ajeng
Yuda dan Mike berlari
menghampiri Angel begitu pula dengan Ajeng.
"Yuda, Mike, Ajeng" ucap
Angel lirih dan tersenyum seketika memejamkan mata
Dan saat itu pula jantung Ajeng
kambuh lagi,Angel dan Ajeng pun dilarikan ke rumah sakit. Ajeng dan Angel
koma, ini membuat Mike dan Yuda begitu
sedih. Bagaimana tidak, kedua sahabatnya kini koma dan itu semua karena cinta.Mike
benar-benar merasa bersalah, tidak seharusnya dia memarahi Angel yang
berpacaran dengan Yuda.
Beberapa hari kemudian, Angel
tersadar. Angel merekam di tiga buah recorder, yang masing-masing untuk Ajeng, Mike
dan Yuda.Angel juga meminta kepada dokter setelah dirinya meninggal untuk
melaksanakan operasi transpalasi jantungnya untuk Ajeng sahabatnya, dan saat Angel
bicara itu, di situ ada dokter dan kedua orang tua Angel. Dan setelah itu, Angel
menghembuskan nafas terakhirnya.
Yuda dan Mike benar-benar
terpukul, dihari penguburan Angel, dihari itu pula Ajeng di operasi.Beberapa
hari kemudian Ajeng mulai pulih, orang tua Angel meminta Ajeng, Yuda dan Mike untuk
berkumpul di rumah Angel.
"Ini ada tigarecorder
untuk kalian dari Angel. Ini untuk Yuda, ini untuk Mike dan ini untuk Ajeng,
silahkan kalian dengarkan tante ke belakang sebentar" ucap mamah
Angel
Seketika suasana menjadi sangat
hening, mereka bertiga terdiam menatap recorder di tangan mereka.
"Jeng, Mike, punya gue
dulu ya" ucap Yuda
Ajeng dan Mike mengangguk.Yuda
mulai menekan tombol play, suara angel pun terdengar.
"Halo Yuda, bagaimana kabarmu hari ini sayang? Semoga baik-baik saja. Yuda
terima kasih selama hidupku, kamu telah mengajarkanku arti sahabat dan juga
cinta, maafkan aku ya karena aku lebih dulu pergi padahal kita baru saja
memulai hubungan cinta tapi aku harap kamu tetap mengenang cinta kita ya, walau
sekarang aku tlah tiada, sampai jumpa"
Yuda sangat terpukul mendengar
rekaman itu dan menyandarkan kepalanya di sofa.
"Maafin gue ya Yud"
ucap Mike
"Sudahlah sekarang
giliran rekaman punya loe" jawab Yuda
Mike langsung menekan tombol
play.
"Halo Mike, gimana kabar loe? Tentu baikkan? Mike maafkan gue ya,
karena gue persahabatan kita terancam. Oh ya makasih ya, udah ngajarin gue arti
persahabatan dan juga pengorbanan. Gue beruntung, bisa dicintai sama loe tapi
gue harap loe bisa memulai melupakan gue. Belajarlah mencintai Ajeng, jaga Ajeng
dan juga persahabatan kita"
Mike merangkul ajeng.
"Kita mulai lagi dari nol
ya" ucap Mike
Ajeng mengangguk sambil
tersenyum
"Ya sudah sekarang giliran
punya kamu" ucap Mike kepada Ajeng
Ajeng memulai menekan tombol
play.
"Halo Ajeng. Bagaimana kabar loe? Baikkan Jeng? Maafin gue ya, selama
ini gue gak bisa jadi sahabat yang baik buat loe. Untuk menebus semua itu, gue
berikan jantung gue buat loe. Jaga jantung gue ya Jeng, gue pergi dul. Sampai
ketemu lagi"
Ajeng pun hanya bisa menangis
dipelukan Mike dan Yuda hanya menyandarkan kepalanya di sofa dan memejamkan
matanya.
Sesedih apapun mereka kini
tetap saja tidak membuat Angel untuk kembali ke sisi mereka. Angel telah tiada,
kini hanya ada jantungnya di tubuh Ajeng dan tiga buah recorder peninggalannya serta
sejuta kenangannya selama ini.
No comments:
Post a Comment